jump to navigation

Philanthropy Goes To Campus April 11, 2008

Posted by hemmm in Uncategorized.
add a comment

Sebagian besar kader kesehatan di Malang dan Surabaya memiliki motivasi intrinsik yang lebih besar dibanding motivasi ekstrinsik, dan lebih memerlukan reward yang bersifat non finansial dibanding finansial. Demikian salah satu hasil penelitian Lilik Zuhriyah SKM MKes dan Dina Novia SP MSi

Hati – hati terhadap Hal yang sepele di Linkungan kita February 12, 2008

Posted by hemmm in Info-info Penting.
add a comment

 berikut ini adalah info -info yang mungkin berguna bagi kita:

1. BEKAS BOTOL AQUA

Mungkin sebagian dari kita mempunyai kebiasaan memakai dan memakai ulang botol plastik (Aqua, VIT , etc) dan menaruhnya di mobil atau di kantor. Kebiasaan ini tidak baik, karena bahan plastic botol (disebut juga sebagai polyethylene terephthalate or PET) yang dipakai di botol2 ini mengandung zat2 karsinogen (atau DEHA). Botol ini aman untuk dipakai 1-2 kali saja, jika anda ingin memakainya lebih lama,tidak boleh lebih dari seminggu, dan harus ditaruh ditempat yang jauh dari matahari. Kebiasaan mencuci ulang dapat membuat lapisan plastik rusak dan zat karsinogen itu bisa masuk ke air yang kita minum. Lebih baik membeli botol air yang memang untuk dipakai ber-ulang2, jangan memakai botol plastik.

2 . PENGGEMAR SATE

Kalau Anda makan sate, jangan lupa makan timun setelahnya. Karena ketika kita makan sate sebetulnya ikut juga karbon dari hasil pembakaran arang yang dapat menyebabkan kanker. Untuk itu kita punya obatnya yaitu timun yang disarankan untuk dimakan setelah makan sate. Karena sate mempunyai zat Karsinogen (penyebab kanker) tetapi
timun ternyata punya anti Karsinogen. Jadi jangan lupa makan timun setelah makan sate.

3. UDANG DAN VITAMIN C

Jangan makan udang setelah Anda makan Vitamin C. Karena ini akan menyebabkan keracunan dari racun Arsenik (As) yang merupakan proses reaksi dari Udang dan Vitamin C di dalam tubuh dan berakibat keracunan yang fatal dalam hitungan jam.

4. MI INSTAN

Untuk para penggemar mi instan, pastikan Anda punya selang waktu paling tidak 3 (tiga) hari setelah Anda mengkonsumsi mi instan, jika Anda akan mengkonsumsinya lagi, dari informasi kedokteran, ternyata terdapat lilin yang melapisi mi instan. Itu sebabnya mengapa mi instan tidak lengket satu sama lainnya ketika dimasak. Konsumsi mie
instan setiap hari akan meningkatkan kemungkinan seseorang terjangkiti kanker. Seseorang, karena begitu sibuknya dalam berkarir tidak punya waktu lagi untuk memasak, sehingga diputuskannya untuk mengkonsumsi mi instan setiap hari . Akhirnya dia menderita kanker.Dokternya mengatakan bahwa hal ini disebabkan karena adanya lilin dalam mi instan tersebut. Dokter tersebut mengatakan bahwa tubuh kita
memerlukan waktu lebih dari 2 (dua) hari untuk membersihkan lilin tersebut.

5. BAHAYA DIBALIK KEMASAN MAKANAN

Kemasan makanan merupakan bagian dari makanan yang sehari-hari kita konsumsi. Bagi sebagian besar orang, kemasan makanan hanya sekadar bungkus makanan dan cenderung dianggap sebagai “pelindung ” makanan. Sebetulnya tidak tepat begitu, tergantung jenis bahan kemasan. Sebaiknya mulai sekarang Anda cermat memilik kemasan makanan. Kemasan pada makanan mempunyai fungsi kesehatan, pengawetan,
kemudahan, penyeragaman, promosi, dan informasi. Ada begitu banyak bahan yang digunakan sebagai pengemas primer pada makanan, yaitu Kemasan yang bersentuhan langsung dengan makanan .Tetapi tidak semua bahan ini aman bagi makanan yang dikemasnya.

Inilah ranking teratas bahan kemasan makanan yang perlu Anda waspadai.

A. Kertas .

Beberapa kertas kemasan dan non-kemasan (kertas koran dan majalah) yang sering digunakan untuk membungkus makanan, terdeteksi mengandung timbal (Pb) melebihi batas yang ditentukan. Di dalam tubuh manusia , timbal masuk melalui saluran pernapasan atau ngan kita. pencernaan menuju sistem peredaran darah dan kemudian menyebar ke berbagai jaringan lain, seperti: ginjal , hati, otak, saraf dan tulang.Keracunan timbal pada orang dewasa ditandai dengan gejala 3 P, yaitu pallor (pucat), pain (sakit) & paralysis (kelumpuhan) . Keracunan yang terjadipun bisa bersifat kronis dan akut. Untuk terhindar dari makanan yang terkontaminasi logam berat timbal, memang susah-susah gampang.Banyak makanan jajanan seperti pisang goreng, tahu goreng dan tempe goreng yang dibungkus dengan Koran karena pengetahuan yang kurang dari si penjual, padahal bahan yang panas dan berlemak mempermudah
berpindahnya timbale makanan tsb.Sebagai usaha pencegahan , taruhlah makanan jajanan tersebut di atas piring.

B . Styrofoam

Bahan pengemas styrofoam atau polystyrene telah menjadi salah satu pilihan yang paling populer dalam bisnis pangan. Tetapi, riset terkini membuktikan bahwa styrofoam diragukan keamanannya. Styrofoam yang dibuat dari kopolimer styren ini menjadi pilihan bisnis pangan karena mampu mencegah kebocoran dan tetap mempertahankan bentuknya saat dipegang. Selain itu, bahan tersebut juga mampu mempertahankan panas dan dingin tetapi tetap nyaman dipegang,mempertahankan kesegaran dan keutuhan bahan yang dikemas, biaya murah,lebih aman, serta ringan. Pada Juli 2001, Divisi Keamanan Pangan Pemerintah Jepang mengungkapkan bahwa residu styrofoam dalam makanan sangat berbahaya. Residu itu dapat menyebabkan endocrine disrupter
(EDC), yaitu suatu penyakit yang terjadi akibat adanya gangguan pada system endokrinologi dan reproduksi manusia akibat bahan kimia karsinogen dalam makanan

Komputer Mars dan Jupiter dari Surga (seharga $760,000 and $570,000.) January 31, 2008

Posted by hemmm in komputer.
add a comment

komputer mars dan jupiterHemmm…,pernahkah anda membayangkan bagaimana bentuk dan kemampuan dari sebuah PC seharga 80 juta and 60 juta yen atau $760,000 and $570,000 , kalau dijadikan rupiah mungkin sekitar 5 sampai 7 miliyar. Wawww sebuah angka yang fantastis untuk ukuran harga sebuah PC.

Perlu diketahui komputer yang harganya selangit ini berisi atau memiliki komponen prosesor Intel Core 2 Duo 3.00 Ghz, RAM 2 GB, disc reader 24-in-1, sebuah CD/DVD/Blu-Ray player, motherboard ASUS P5KPL MATX, dan graphics card Nvidia 7200 G. Hmmm…. saya kira jika hanya berisi komponen tersebut , dengan harga sekitar Rp.6 jutaan pun kita bisa memiliki komputer tersebut. Terus apa yang membuat komputer itu harganya selangit?

Perusahaan Jepang Zeus Computers sebagai produsen komputer ini melapisi produk mereka dengan emas dan platina,bahkan di hiasi dengan berlian hemmm… pantas!🙂 .Komputer yang mahal ini mereka namai Mars untuk yang berlapis emas dan Jupiter yang berlapis Platina.Memang tidak salah kalau disebut sebut komputer dari surga

Hati – hati Razia Narkoba January 25, 2008

Posted by hemmm in Info-info Penting.
1 comment so far

hmmm…………………………

kemarin dapat email dari sebuah milis,entah benar apa salah (subjektif) tapi sebagai informasi tak ada salahnya kalau dibaca,berikut ini isi nya:

Mohon untuk dibaca walaupun hanya sekedar tahu, kalau nantinya ga mau peduli itu kembali ke diri kita masing2…

Dear rekan sekalian,

Mungkin sebagian dari kita ada yg sudah tahu bahwa hukum di Indonesia ini benar2 BIADAB. Bayangkan, semua bisa dibeli dengan UANG….

Kemarin tgl 29 Juli 2007, saya ingin menjenguk teman saya yg katanya sudah 2 bln ini msk penjara karena NARKOBA. Waktu bertemu dengan dia, kondisinya sangat berubah. Badannya kurus sekali, matanya merah, dan yang lebih tragis lagi dia seperti org kelaparan.

Dia cerita tentang kejadian yg menimpanya. Tgl 9 Juni 2007, teman saya ini pergi ke daerah Kota untuk suatu keperluan. Sesampainya di jalan ternyata ada razia polisi. Kebetulan dia yang bawa mobilnya dan ada 1 teman lagi, jadi mereka berdua. Waktu pemeriksaan mereka berdua disuruh keluar dari mobil, mobil mereka digeledah. Dan betapa kagetnya teman saya itu waktu polisi memberitahu bahwa ada 2 butir ekstasi di bawah jok depan. Padahal semua teman saya itu bukan pemakai. Mereka juga tidak pernah pergi ke diskotik. Mereka meyakinkan polisi kalo itu semua bukan milik mereka.
Mereka bersedia untuk tes darah tapi polisinya malah memarahi bahkan menampar kedua teman saya itu.

Pada saat teman2 saya tidak bisa apa2 lagi, polisi mengambil semua barang2
berharga teman saya itu (dompet, jam, HP). Yang lebih parahnya lagi polisi itu menyuruh mereka untuk mengakui kalau barang haram tersebut milik mereka. Bersumpah dengan nama Tuhan pun kayanya sudah ga mempan, akhirnya
dengan pasrah teman2 saya itu mengiyakan semua perintah polisi tersebut karena kalau tidak, mungkin mereka akan dianiaya terus. Teman2 saya itu kemudian diborgol lalu disuruh masuk ke mobil polisi tersebut. Di dalam mobil, polisi mulai nego harga dengan teman2 saya. Mereka disuruh menyerahkan 2juta /org mlm itu jg, maka mereka akan dilepaskan. Sewaktu teman2 saya mengiyakan permintaan mereka, TIM BUSER dari SCTV datang, jadi
perjanjian itu tidak jadi terlaksana. Dengan sok gagah polisi2 itu dengan arogannya menarik teman2 saya itu keluar mobil dan memberi penjelasan ke TIM BUSER tersebut kalau teman2 saya itu adalah pemakai.

Singkat cerita teman2 saya itu dibawa ke Polres. Di sana mereka dikurung selama 1 bln dan baru Kamis tgl 26 Juli 2007 kemarin mereka dipindahkan ke Rutan Salemba. Perlu diketahui juga, mereka pindah ke Rutan pun harus bayar Rp 7.000.000 /org. Ternyata penderitaan mereka blm selesai sampai di situ.
Mereka blg kalau mereka mau bebas, mereka hrs membayar Rp 90.000.000 / org kepada polisi tersebut dan kasus mereka pun secara otomatis akan ditutup.
Sungguh biadab sekali moral2 org2 itu. Perlu diketahui jg kalau di dalam rutan itu dikasih makan sehari 2x dan nasinya bukan putih warnanya tetapi kuning. Di dalam makanan tersebut sudah dicampur dengan bumbu supaya para napi akan merasakan badannya lemas. Ditiap blok2 tahanan jg bebas. Mereka ada yg memakai narkoba dan itu bisa terjadi bila mereka2 sang pengguna memberikan uang sebagai uang tutup mulut kepada petugas2 tersebut.

Rekans, sewaktu saya dan teman2 saya ingin menjenguk pun tidak kalah biadabnya para petugas2 tersebut. Dari pintu depan kita lapor dan KTP kita ditaro, mereka minta uang administrasi Rp 5.000, trs pindah loket utk taro HP karna di sana kita ga blh bwh HP, kita byr lagi Rp 5.000, msk pintu utk pemeriksaan badan pengunjung byr lg Rp 5.000. Sampailah kita pada pintu terakhir di mana kita bisa bertemu dengan teman saya tersebut. Saya dan teman2 saya msk ke sebuah ruangan. Tapi sebelum kami bertemu dengan teman2 kami tersebut, kami hrs membayar Rp 10.000 untuk ongkos panggil teman saya yg di sel. 10 menit berlalu tapi teman kami tdk kunjung datang. Petugas gadungan itu dtg lagi dan memberitahu kami bahwa teman kami tdk ada di sel. Petugas itu menawarkan jasanya kembali, dia akan mencari teman2 kami bila kami membayar lagi Rp 10.000. Akhirnya dengan perasaan kesal, kami ksh lagi uang tersebut. Sumpah!!! Keadaan di ruangan tersebut bnr2 mengerikan.
Kotor, sumpek, bau. Ternyata itulah ruangan pertemuan antara napi dan penjenguk. Di sana semua napi dan penjenguk bisa leluasa melakukan adegan2 seronok. Ciuman bibir, pegang2 alat2 vital, mereka semua tdk malu utk melakukan hal tersebut. Mungkin smua itu bentuk pelampiasan rasa rindu antara si napi dan si penjenguk. Yang lebih parahnya lagi, bagi para napi yg menerima tamu, mereka diwajibkan membayar uang Rp 50.000 ke petugas.
Jadi setelah selesai bertemu dengan teman saya tersebut mereka kami beri uang Rp 100.000 utk mereka msk lagi ke dalam. Kalau mereka tdk membayar,mereka akan dipukuli. Sungguh biadabnya negara kita ini!!!

Perlu diketahui juga di depan pintu masuk tertulis ” TIDAK DIPUNGUT BIAYA
APAPUN”. Tapi apa kenyataannya???

Hemmmm…….,gimana pendapat pembaca?

Daftar Daerah Rawan Paku di Jakarta January 24, 2008

Posted by hemmm in kehidupan di suatu daerah.
add a comment

Traffic Management Centre (TMC) Polda Metro Jaya mengeluarkan daftar daerah yang rawan dengan tebaran paku.

DAERAH RAWAN TEBAR PAKU

  • Jalan Gatot Subroto
  • Jalan S Parman
  • MT Haryono
  • Jalan Dr Satrio
  • Casablanca
  • Jalan Warung Buncit
  • Jalan Iskandar Syah, Jaksel
  • Seputar kawasan Semanggi.

Bagi Anda pengguna lalu lintas menemukan tebaran paku bisa melaporkannya ke TMC di nomor telepon 021-5276001.

(Warta Kota/Wid)

Kehidupan di Jepang saat ini January 8, 2008

Posted by hemmm in kehidupan di suatu daerah.
6 comments

1. Kantor pemerintahan dan pelayanan publik

Anda pernah m eli hat sekelompok semut? Nah, begitulah kira-kira situasi kantor pemerintahan daerah di Jepang. Tidak ada “semut” yang diam termangu, apalagi membaca koran; seluruh karyawan kantor senantiasa bergerak, dari saat bel mulai kerja hingga pulang larut malam. Tak habis pikir, saya tatap dalam-dalam “semut-semut” yang
sedang bekerja tersebut; kadang kala saya curi pandang: jangan-jangan mereka sedang ber-internet ria seperti kebiasaan saya di kampus. Ingin saya mengetahui makanan apa gerangan yang dikonsumsi para pegawai itu sehingga mereka sanggup berjam-jam duduk,
berkonsentrasi, dan menatap monitor yang bentuknya tidak berubah tersebut. Tata ruang kantor khas Jepang: mulai pimpinan hingga staf teknis duduk pada satu ruangan yang sama – tanpa sekat; semua bisa melihat bahwa semuanya bekerja. Satu orang membaca koran, pasti akan ketahuan. Aksi yang bagi saya dramatis ini masih ditambah lagi dengan aksi lari-lari dari pimpinan ataupun staf dalam melayani masyarakat.

Ya, mereka berlari dalam arti yang sesungguhnya dan ekspresi pelayanan yang sama seriusnya. Wajah mereka akan menatap anda dalam-dalam dengan pola serius utuh dis eli ngi dengan senyuman. Saya hampir tak percaya dengan perkataan kawan saya yang mempelajari system pemerintahan Jepang, bahwa gaji mereka – para “semut” tersebut – tidak bisa dikatakan berlebihan. Sesuai dengan standard upah di Jepang. Yang saya baca di internet, mereka memiliki kebanggaan berprofesi sebagai abdi negara; kebanggaan yang menutupi penghasilan yang tidak berbeda dengan profesi yang lain.

Menyandang status mahasiswa, saya mendapatkan banyak kemudahan dan fasilitas dari Pemerintah Jepang. Untuk mengurus berbagai keringanan tersebut, saya harus mendatangi kantor kecamatan (kuyakusho) atau walikota (shiyakusho) setempat. Beberapa dokumen harus diisi; khas Jepang: t eli ti namun tidak menyulitkan. Dalam berbagai kesempatan saya harus mengisi kolom semacam: apakah anda melakukan pekerjaan sambilan (arubaito = part time job), apakah anak anda tinggal bersama anda (untuk mengurus tunjangan anak), dsb. Dan dalam banyak hal, pertanyaan-pertanya an tersebut cukup dijawab dengan lisan: ya atau tidak. Tidak perlu surat-surat pembuktian dari “RT, RW, Kelurahan” dsb. Saya percaya bahwa sistem yang baik selalu mensyaratkan kejujuran.

Sistem berlandaskan kejujuran akan cepat maju dan meningkat,sekaligus sangat efisien. Mengetahui bahwasanya saya adalah orang asing yang kurang lancar berbahasa Jepang, saya mendapatkan “fasilitas” diantar kesana-kemari pada saat mengurus berbagai dokumen untuk mengajukan keringanan biaya melahirkan istri saya. Hal ini terjadi beberapa kali. Seorang senior saya pernah mengatakan, begitu anda masuk ke kantor pemerintahan di Jepang, maka semua urusan akan ada (dan harus ada) solusinya. Lain hari saya membaca prinsip “the biggest (service) for the small” yang kurang lebih bermakna pelayanan dan perhatian yang maksimal untuk orang-orang yang kurang beruntung.

Pameo “kalau ada yang sulit, mengapa dipermudah” tidak saya jumpai di Jepang. Pada suatu urusan di kantor walikota (shiyakusho) saya diminta untuk menyerahkan surat pajak penghasilan. Saya mengatakan bahwa saya sudah pernah, di masa yang lalu, menyerahkan surat yang sama ke bagian lain di kantor tersebut. Saya sudah siap dan pasrah seandainya mereka menjawab bahwa saya harus mengurus kembali surat
tersebut ke kantor kecamatan sebelum saya pindah ke kota ini. Agak tertegun sekaligus lega mendapat jawaban bahwa staf divisi tersebut akan mendatangi divisi lain tempat saya pernah menyerahkan dokumen pajak saya sekian bulan yang lalu. Dia akan mengkopinya dari sana .

Ambil jalan yang mudah, namun tetap mengedepankan ketelitian. Itulah yang saya jumpai di Jepang.

Berstatus mahasiswa yang berkeluarga (baca: harus berhemat), kami sempat terkejut melihat tagihan listrik bulanan yang melonjak hingga 10 kali lipat.

Setelah melakukan pengusutan sederhana, tahulah kami bahwa ada kesalahan pencatatan meter listrik oleh petugas – sebuah kesalahan yang tidak umum di negeri ini. Segera saat itu pula saya telpon perusaah listrik wilayah Kansai untuk mengkonfirmasikan kesalahan
tersebut. Berkali-kali kata sumimasen (yang bisa pula berarti maaf) keluar dari mulut operator telepon. Saya menganggapnya sudah selesai, karena operator berjanji untuk segera melakukan tindak lanjut. Belum berapa lama meletakkan tas di laboratorium pagi itu, istri menelpon dari rumah perihal kedatangan petugas listrik untuk meminta maaf dan menarik slip tagihan. Setibanya di rumah malam harinya, baru tahulah saya bahwa yang datang bukanlah sekelas petugas lapangan (dari kartu nama yang ditinggalkannya) dan tahulah saya bahwa dia tidak sekedar meminta maaf, karena bingkisan berisi sabun dan shampo merk cukup terkenal menyertai kartu nama petugas tersebut. Saya hanya berharap, waktu itu, bahwa petugas pencatat yang k eli ru tidak akan bunuh diri. Karena kekeliruan dalam bekerja, secara umum, menyangkut kehormatan di Negara ini.

Saya mengetahui dari sebuah perusahaan penyalur tenaga kerja di Jepang akan sebuah paradigma “Bila anda datang ke kantor pada pukul 09.00 (jam resmi masuk kantor di Jepang) dan pulang pada pukul 17.00 (jam resmi pulang kantor di Jepang), maka atasan dan kawan-kawan anda akan mengatakan bahwa anda tidak memiliki niat bekerja”. Saya
membuktikan pameo tersebut, karena setiap hari saya bersepeda melintasi kantor walikota (shiyakusho) . Sebagian besar lampu di kantor itu masih menyala hingga pukul 20.00.

Dan beberapa kali saya jumpai staf kantor tersebut memasuki stasiun kereta, juga sekitar pukul 20.00. Hal ini berarti, mereka semua memiliki niat bekerja – versi Jepang.

2.Pasar, pertunjukan kejujuran dan perhatian

Suatu kali pernah kami memb eli sebungkus buah-buahan dengan bandrol murah; favorit bagi kalangan mahasiswa asing seperti saya. Saya sudah mengetahui bahwa ada sedikit cacat (gores atau bekas benturan) pada permukaan beberapa buah-buahan – sesuai dengan harga murah yang disematkan padanya. Pada saat kami hendak membayar buah tersebut,penjual buah buru-buru menerangkan dan menunjuk-nunjuk kondisi sedikit cacat pada beberapa buah-buahan tersebut, dan kembali memastikan niat kami memb eli nya. Sembari tersenyum, tentu saja kami mengatakan “daijobu” (tidak apa-apa),karena kami sudah m eli hatnya dari awal. Beberapa kawan kami mengiyakan pada saat kami menceritakan kejadian yang bagi kami cukup mengherankan ini; ini berarti sikap jujur tersebut tidak dimonopoli oleh satu-dua pedagang. Mereka mengerti betul bahwa kejujuran adalah prasyarat utama keberhasilan dalam berdagang. Tidak perlu meraup
untung sesaat dalam jumlah besar, bila nantinya akan kehilangan pelanggan.

Hingga hari ini, pada saat bertransaksi di kasir, kami selalu menerima uang kembalian dalam jumlah yang utuh – sesuai dengan yang tertera pada slip pembayaran. Tidak kurang, meski hanya satu yen (mata uang terkecil di Jepang). Tidak ada “pemaksaan” untuk menerima permen sebagai pengganti nominal tertentu. Selain kagum dengan
praktek berdagang yang baik ini, kami sekaligus kagum dengan sistem perbankan Jepang yang mampu menyediakan uang recehan untuk pedagang dan vending machine (mesin penjual otomatis) di se-antero Jepang. Meski bagi sebagian kalangan, uang kembalian
terlihat “sepele”; hal ini bisa menyebabkan ketidakikhlasan pembeli terhadap transaksi jual-beli .

Istri saya selalu berbelanja bersama anak-anak; dan karena “keriangan” anak-anak, pada beberapa kasus, pak telur atau buah-buahan bisa meluncur ke lantai. Dua kali terjadi beberapa telur dalam satu pak pecah akibat keriangan anak-anak, dan satu kali m eli
batkan buah yang mudah penyok. Pada semua kejadian tersebut, petugas supermarket m eli hat dan segera mengganti barang-barang tersebut dengan yang baru. Padahal kami datang dengan wajah lelah dan pasrah untuk membayarnya, karena kami menyadari benar bahwa ini adalah kelalaian kami. Bahkan pada satu kasus, barang tersebut sudah
dibayar istri saya. Pada saat kami menerangkan bahwa ini semua ketidaksengajaan anak-anak kami, dengan ramah petugas supermarket menyahut “daijobu yo” (tidak apa-apa).

Pada saat berkesempatan mengunjungi sebuah negara lain di Asia untuk sebuah konferensi, saya baru menyadari keramahtamahan petugas supermarket di Jepang. Di Jepang, bila anda menanyakan keberadaan sebuah barang, maka petugas tidak sekedar memberi arah petunjuk pada anda, namun dia akan mengantarkan anda hingga berjumpa dengan barang yang dicari; dan petugas baru akan meninggalkan anda setelah memastikan bahwa everything is ok. Hal ini tidak berarti bahwa jumlah petugas supermarket di Jepang demikian banyaknya hingga mereka berkesempatan jalan-jalan di dalam supermarket yang sangat besar; justru sebaliknya, jumlah petugas selalu sesuai benar dengan kebutuhan, dan mereka selalu bergerak – seperti semut. Di sebuah
toko elektronik, seorang petugas yang menjelaskan spesifikasi komputer yang anda tanyai adalah juga kasir tempat anda membayar serta petugas yang melakukan packing akhir terhadap komputer yang anda beli .

3.Polisi, sistem yang bekerja dan melindungi

Kami sempat terheran-heran manakala pertama menginjakkan kaki di Kobe demi melihat postur polisi dan kendaraannya yang tidak lebih gagah dibandingkan dengan petugas pos di Indonesia. Benar, ini bukan metafora. Memang ada pula polisi di tingkat prefecture (propinsi) yang gagah mengendarai motor besar bak Chip – ini jumlahnya sedikit.
Namun polisi kota besar seukuran Kobe – salah satu kota metropolis di Jepang, posturnya tidak segagah polisi yang sering saya jumpai di jalan-jalan Republik. Anda tentu menganggap saya sedang bergurau bila saya mengatakan bahwa motor polisi di Kota Kobe dan Ashiya serupa benar dengan bebek terbang tahun 70-an. Saya tidak bergurau.
Ini Kobe dan Ashiya, dua kota di negara macan ekonomi dunia. Bebek terbang tersebut dilengkapi dengan boks besi di bagian belakang -mirip dengan petugas pengantaran barang kiriman. Namun, sekali bapak atau mbak polisi ini menghentikan kendaraan, tidak pernah saya melihat ada diantaranya yang berusaha lari. Tidak ada gunanya lari di
negara dengan sistem network yang sangat baik ini. Ke mana pun anda lari, kesitu pula polisi dengan uniform yang serupa akan menghampiri anda. Pelan namun pasti. Saya akhirnya mafhum, bahwa polisi di sini lebih pada fungsi kontrol dan pengambilan keputusan (decision maker) – kedua fungsi ini memang tidak mensyaratkan badan yang harus berotot dan berisi. Tak heran saya m eli hat mas-mas polisi muda berkacamata melakukan patroli dengan bebek terbangnya. Mereka hanya perlu m eli hat, mengawasi, dan mengambil keputusan. Selebihnya,sistem yang akan bekerja.

4.Lingkungan hidup dan transportasi

Jepang bukanlah negara dengan penduduk kecil. Populasi negara ini hampir separuh populasi Republik tercinta.

Di sisi lain, wilayah negara ini didominasi oleh pegunungan yang sulit untuk dihuni. Pegunungan yang tetap hijau, membuat saya menduga bahwa Pemerintah Jepang memang sengaja membiarkan kehijauan melekat pada daerah pegunungan tersebut. Tokyo adalah kota besar dengan jumlah penduduk terbesar se-dunia, mengalahkan New York dan berbagai kota besar di mancanegara. Besarnya penduduk, sempitnya dataran yang bisa dihuni, dan tingginya tingkat ekonomi mensiratkan dua hal: kerapian dan kebersihan. Anda akan sangat kesulitan menjumpai sampah anthrophogenik (akibat aktivitas manusia) di jalan-jalan di Jepang. Kemana mata anda memandang, maka kesitulah anda akan tertumbuk pada situasi yang bersih dan rapi. Orang Jepang
meletakkan sepatu/alas kaki dengan tangan, bukan dengan kaki ataupun dilempar begitu saja. Mereka menyadari bahwa ruang (space) yang mereka miliki tidak luas, sehingga semuanya harus rapi dan tertata.Sepatu dan alas kaki diletakkan dengan posisi yang siap untuk digunakan pada saat kita keluar ruangan. Hal ini sesuai dengan karakteristik mereka yang senantiasa well-prepared dalam berbagai hal. Kadang saya menjumpai kondisi yang ekstrim; seorang pasien yang sedang menunggu giliran di depan saya berbicara dan menggerakkan anggota tubuhnya sendiri. Saya tahu bahwa ruang periksa di hadapan kami bukan ditempati psikiater ataupun neurophysicist. Belakangan saya tahu dari kawan yang belajar di bidang kedokteran, boleh jadi pasien tersebut sedang mempersiapkan dialog dengan dokternya.

Transportasi di Jepang didominasi oleh angkutan publik, baik bus,kereta (lokal, ekspres, super ekspres), shinkansen, dan pesawat terbang (antar wilayah). Baiknya sistem dan sarana transportasi di Jepang membuat anda tidak perlu berkeinginan untuk memiliki
kendaraan sendiri – kecuali bila anda tinggal di country-side yang tidak memiliki banyak alat transportasi umum. Kereta dan shinkansen (kereta antar kota super ekspres) mendominasi moda transportasi di Jepang. Sebuah sumber yang saya ingat menyebutkan bahwa kepadatan lalu lintas kereta di Jepang hádala yang tertinggi di dunia. Di Jepang, kereta dan shinkansen digerakkan menggunakan listrik. Hal ini tidak menyebabkan polusi udara di perkotaan, karena listrik diproduksi terpusat. PLTN sebagai salah satu sumber pemasok utama energi listrik di Jepang, tentu saja, juga berkontribusi pada rendahnya polusi udara karena, praktis, PLTN tidak mengemisikan CO2.

Nasehat “tengoklah duru kiri dan kanan sebelum menyeberang jalan”mungkin tidak sangat penting untuk diterapkan bila anda menyeberang di tempat yang telah disediakan di Jepang. Anda cukup menunggu lambang pejalan kaki berubah warna menjadi hijau; insya Allah anda akan selamat sampai ke seberang – tanpa perlu menengok kiri dan
kanan. Saat berkesempatan mengunjungi kota besar lain di Asia,kebiasaan menyeberang ala Jepang sempat membuat saya hampir terserempet motor; lampu hijau saja ternyata tidaklah cukup di kota ini.

5.Kesehatan dan rumah sakit

Jepang mengerti benar bahwa orang-orang yang sehatlah yang lebih mampu memajukan bangsa dan negaranya.

Mahasiswa di tempat saya belajar, Kobe University, wajib melakukan pemeriksaan kesehatan (gratis) setahun sekali. Fasilitas kesehatan di Jepang mendapat perhatian yang tinggi dari pemerintah. Sebagai orang asing, mahasiswa pula, kami dianjurkan untuk mengikuti program asuransi nasional. Dengan mengikuti program ini, kami hanya perlu
membayar 30% dari biaya berobat.

Dari yang 30% tersebut, sebagai mahasiswa asing, saya akan mendapatkan tambahan potongan sebesar 80% (yang belakangan turun menjadi 35%) dari Kementrian Pendidikan Jepang. Berstatuskan mahasiswa, kami membayar premi asuransi per-bulan yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan orang kebanyakan. Dari laporan rutin yang
dikirimkan oleh pihak asuransi kepada kami, tahulah saya bahwa ongkos berobat kami selalu (jauh) lebih besar dari premi asuransi yang saya bayarkan setiap bulannya. Berbekal kartu asuransi nasional, datang ke rumah sakit ataupun ke klinik swasta bukan lagi menjadi hal yang menakutkan bagi keluarga kami di Jepang. Jangan membayangkan bahwa pihak rumah sakit atau klinik swasta akan memberikan perlakuan yang berbeda kepada para pemegang kartu asuransi – apalagi untuk kami yang mendapatkan kartu tambahan khusus keluarga tidak mampu. Para dokter dan perawat melayani dengan
keramahan yang tidak berkurang serta prosedur yang sama sederhananya. Keramahan di sini berarti keramahan yang sebenar-benarnya. Baik anda kaya ataupun miskin, proses masuk dan keluar dari rumah sakit di Jepang adalah sama mudahnya. Saat istri
melahirkan di rumah sakit pemerintah di Ashiya, saya disodori formulir yang berisi opsi pembayaran: tunai, lewat bank, dll. Tidak menjadi sebuah keharusan bagi seorang pasien untuk menyelesaikan kewajiban pembayaran di hari dia harus keluar dari rumah sakit.
Alhamdulillah kami mendapatkan keringanan biaya melahirkan dari Pemerintah Kota Ashiya; selain bisa melenggang dari rumah sakit tanpa bayar pada hari itu, tagihan dari Kantor Walikota (setelah dipotong subsidi dari pemerintah) juga baru datang dua bulan
kemudian.

Biaya hidup di Australia bagi pelajar December 31, 2007

Posted by hemmm in kehidupan di suatu daerah.
add a comment

Australia adalah negara yang maju, ramah dan secara keuangan terjangkau, yang menikmati salah satu standar hidup tertinggi di dunia. Rata-rata pengeluaran siswa internasional di Australia sekitar $360 per minggu untuk:

  • akomodasi
  • makanan
  • pakaian
  • hiburan
  • transportasi
  • perjalanan domestik
  • telepon
  • biaya-biaya tak terduga

Anda mungkin mengeluarkan uang lebih besar atau kecil, tergantung pada program studi yang Anda pilih, di mana Anda ingin tinggal dan gaya hidup Anda.

Biaya hidup di Jakarta December 31, 2007

Posted by hemmm in kehidupan di suatu daerah.
add a comment

Kira-kira Biaya Hidup di Jakarta dapat di lihat dari beberapa sudut pandang adalah sebagai berikut:

1. Freshgrad, tidak punya pilihan lain.
Berapa pun bisa buat hidup.
Makan: 20.000×30: 600.000
Tempat tinggal: 400rb (CBD), 200rb (sub.urban)
Transport: –
Biaya hidup: Minimum salary: UMR Jakarta 900ribu.

2. Experienced <5th, Single
Makan: 30.000×30: 1.000.000
Tempat tinggal: 600rb (CBD), 300rb (sub.urban)
Transport:
Entertainment: 500rb (gadget, fashion, movie, lifestyle)
Minimum salary: Harus 2x lebih besar dari gaji didaerah
Aplikasinya: Jika gaji di daerah saat ini mencapai 2jt, seharusnya gaji di Jakarta yang didapatkan adalah 4jt.
Biaya hidup 2x UMR = 1.8 juta

3. Experienced <5th, Baru berkeluarga atau punya balita
Makan: 30.000×30: 1.000.000
Tempat tinggal: 1/3 gaji. Biaya tertinggi adalah di tempat tinggal
Entertainment: berkurang
Minimum salary: Harus 3x lebih besar dari gaji didaerah.
Aplikasinya: Membangun pasangan muda di Jakarta tentunya akan memakan biaya yang jauh lebih besar. Biaya kesehatan, pendidikan, dan tentunya ongkos moril bila si orang tua harus meninggalkan anak-anaknya adalah biaya terbesar yang perlu dikompensasikan secara proporsional.
Biaya hidup: 3x UMR = 2.7 juta

Menghitung Biaya Pendidikan dan Hidup di Malaysia December 31, 2007

Posted by hemmm in kehidupan di suatu daerah.
add a comment

Salah satu pertimbangan utama mengapa pelajar asing memilih Malaysia sebagai tempat menempuh pendidikan tinggi adalah soal biaya. Pada umumnya biaya pendidikan di Malaysia tergolong rendah, alias murah. Hal itu makin terlihat apabila kita mencoba membandingkannya dengan biaya serupa pada sejumlah perguruan tinggi swasta top yang ada di Indonesia.

Memang, masalah biaya harus menjadi pertimbangan pertama dan utama sebelum menentukan langkah, ingin melanjutkan pendidikan tinggi di Indonesia atau Malaysia.

Berikut disajikan data perkiraan biaya pendidikan tinggi yang diambil dari situs web www.studymalaysia.com, yang mengambil sumber dari hasil Tim Penelitian Challenger Concept.

Biaya pendidikan yang murah itu tidak hanya untuk program S-1, tetapi juga berlanjut hingga ke program pascasarjana. Dalam catatan Tim Penelitian Challenger Concept, kerja sama antara universitas-universitas asing dan universitas-universitas negeri, yang menawarkan berbagai program master di berbagai bidang dan memenuhi standar pendidikan internasional, berbiaya relatif murah. Biaya kuliah berkisar antara 24.000 ringgit Malaysia (6.300 dollar AS) hingga 34.000 ringgit Malaysia (9.000 dollar AS).

Biaya murah juga terasakan untuk kebutuhan hidup. Diakui, biaya hidup yang murah ikut menjadi daya tarik tersendiri bagi para pelajar asing untuk menuntut ilmu di Malaysia. Total pengeluaran untuk tempat tinggal, baik di dalam kampus maupun di luar kampus, adalah sesuai kemampuan keuangan para pelajar.

Berdasarkan lokasi tempat tinggal, biaya rata-rata sewa kamar untuk ditempati satu orang (single room) atau satu kamar untuk dua orang (twin-sharing room) berkisar 200-300 ringgit Malaysia (setara dengan 53-79 dollar AS). Sedangkan biaya hidup (untuk keperluan makan, transportasi, laundry, dan sebagainya) diperkirakan mencapai 500-600 ringgit Malaysia (132- 158 dollar AS) per bulan. Dengan demikian, rata-rata pengeluaran untuk biaya hidup selama satu tahun adalah 10.000 ringgit Malaysia hingga 11.000 ringgit Malaysia (setara dengan 2.632 dollar AS hingga 2.895 dollar AS). (ton)

Tips Hemat di Jepang December 31, 2007

Posted by hemmm in kehidupan di suatu daerah.
add a comment

Kata orang biaya hidup di Jepang itu mahal, meskipun standar gaji yang diterima jauh lebih besar dibanding standar Indonesia. Kalau anda berkesempatan training atau kerja di Jepang, pasti anda berpikir untuk menabung sebanyak mungkin, dengan berusaha hidup sehemat mungkin. Berikut ini saya tuliskan beberapa tips menghemat biaya hidup di Jepang:

  • Kalau anda punya waktu, memasak sendiri merupakan pilihan utama. Selain soal rasa, tentu saja masak sendiri akan menghemat uang saku. Kalau tidak punya waktu, datanglah ke supermarket pada waktu malam, sekitar 1 jam sebelum supermarket akan tutup. Biasanya pada waktu tersebut, banyak makanan yang di-discount. Biasanya semakin dekat dengan waktu tutup, discountnya akan ditambah semakin besar.
  • Pergunakan kupon. Kalau anda pergi ke daerah ramai, seperti Shibuya atau Shinjuku di Tokyo, banyak orang yang menawarkan kupon potongan harga. Kupon ini dibagikan secara cuma-cuma, misalnya kupon restaurant, karaoke, atau contact lens. Kadang-kadang kupon ini diselipkan dibelakang pocket tissue yang juga dibagikan gratis. Hanya saja, kadang-kadang kupon tsb hanya berlaku untuk toko yang disebut dalam kupon tsb, dan tidak berlaku di toko lainnya. Misalnya, kupon discount Mc Donald ada yang hanya berlaku di cabang tertentu, ada juga yang berlaku di seluruh cabang. Kalau ragu-ragu, tanya saja kepada penjaga toko sebelum memesan.
  • Pergunakan pamflet yang terselip di koran. Kalau anda berlangganan koran, biasanya juga diselipkan setumpuk pamflet iklan. Selain pemberitahuan barang-barang yang murah, banyak juga pamflet yang berisi kupon diskon, untung kan…
  • Pergunakan point card (pointo kado). Kalau anda sering berbelanja ke suatu toko atau supermarket, tanyakan apakah kita bisa memiliki point card. Setiap kali berbelanja, mereka akan memberi cap pada point card kita sesuai jumlah belanja. Akumulasi dari point card ini bisa menjadi kupon diskon di kemudian hari.
  • Sebelum pergi main, cek dulu home page tempat yang akan dikunjungi. Beberapa musium, tempat karaoke, bowling, bioskop, dan restaurant menyediakan potongan harga jika kita membawa print home page mereka.
  • Jangan lupa membawa kartu pelajar / mahasiswa. Beberapa tempat menyediakan harga khusus pelajar, ada juga yang menyediakan harga khusus orang asing.
  • Ingin berbelanja barang elektronik ? cek dulu harganya di www.kakaku.com . Kalau berani, ikut lelang di internet juga bisa menghemat banyak loh.
  • Ingin jalan-jalan keliling Jepang yang murah ? Untuk pesawat, ada banyak discount yang ditawarkan untuk penerbangan dalam negri. Pesan 2 bulan sebelum keberangkatan, atau naik penerbangan yang paling pagi atau paling malam, atau sedang ulang tahun, pesan lewat internet, bisa lebih murah dari harga biasa. Cek di www.ana.co.jp untuk ANA, dan www.jal.co.jp untuk JAL, jangan lupa cari penerbangan lainnya juga.
  • Kalau ingin belanja dengan harga murah, cari informasi bazar fleamarket di sekitar anda. Selain itu, di 100 yen shop juga tersedia barang sehari-hari berharga murah yang sebagian besar diimpor dari China. Ada juga toko 99 yen.
  • Di pergantian musim, biasanya banyak discount di toko pakaian. Di bulan September, banyak sale pakaian musim panas. Saat yang tepat untuk belanja oleh-oleh kan ? Di awal tahun baru, banyak toko menyediakan fuku-bukuro : kantong keberuntungan. Kita tidak bisa melihat isi kantong tsb, tetapi biasanya isinya cukup banyak, berharga 3 sampai 10 kali lipat harga yang kita bayarkan. Di bulan agustus juga ada beberapa toko yang menyediakan fuku-bukuro ini.
  • Suka nonton bioskop ? Tiket masuk seharga 1800 yen rasanya mahal ya… Tapi, tgl 1 setiap bulan adalah cinema day, banyak bioskop yang tiket nontonnya 1000 yen. Selain itu, hari rabu ada ladies day, 1000 yen khusus lady. Kalau men day ? Ada bioskop yang menyediakan kamis sebagai hari diskon untuk cowok.